file code: S261320
International Criminal Police Organization
HIGHLY CONFIDENTIAL
UNDERCOVER AGENT

Personal Details
Personal Details
| Name | Ryu Hyungseo |
| Code | classified |
| Aliases | classified |
| D.O.B. | 09/09/1991 |
| Nationality | South Korean |
PHYSICAL TRAITS
| Age | 30 |
| Height | 1.8 m |
| Weight | ±70 kg |
| Vision | 20/20 |
| Eye color | Black |
| Hair color | Black |
| Blood Type | classified |
| Additional(s) | - |
CLASSIFIED INFORMATION:
Agent's Background
emergence of public hatred...

⠀⠀Seluruhnya bermula pada Perang Dingin yang memicu pertempuran Perang Korea Utara dengan Korea Selatan. Kepulangan Ryu Seoman pada tanah kelahirannya diselimuti oleh kabar duka. Seluruh anak buahnya gugur dalam medan pertempuran; dan hanya menyisakan dirinya yang menanggung beban duka dan malu pada negara.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀Hanya dirinya seorang.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀Sosok Jenderal tanpa pasukan. Jenderal yang egois ...
⠀⠀Sejak saat itu, hidup Kim Chaehwa, istri dari Ryu Seoman, dan kedua putranya dipenuhi oleh terror. Mayoritas ancaman berasal dari sanak-saudara pejuang yang gugur di tanah perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan. Mereka menuntut keadilan; nyawa untuk nyawa dan duka yang luar biasa dialami oleh keluarga kecil milik Seoman. Ia kehilangan anak sulungnya. Diculik dan dibakar hidup-hidup sebagai simbolis atas amarah masyarakat. Sepenuhnya menyalahkan Sang Jenderal atas kematian para pahlawan yang telah berjuang di bawah panji Korea Selatan.
⠀⠀Belum pulih dari keadaan duka, pecah sebuah kerusuhan 1987 yang dikenal dengan June Struggle. Ryu Seoman harus tetap mengabdi untuk negaranya, dan membiarkan istri serta anaknya pergi menuju Pulau Jeju dan menempati Kota Tamna; menjadi dua insan yang mengasingkan diri dari Seoul. Demi kelangsungan hidup garis keturunan keluarga Ryu.
⠀⠀Ryu Seoman sempat kembali mendekap keluarganya ketika tugas telah selesai ia emban. Namun, di awal tahun 1991, Ryu Seoman menghilang secara misterius. Meninggalkan istri dan /dua orang/ anak. Tanpa mengetahui bahwa Kim Chaehwa tengah mengandung.
"Ayah dan kakakmu meninggal dengan terhormat, Hyungseo. Namun tenang saja, Ibu berjanji padamu. Kau akan menikmati hidup yang lebih baik daripada yang Ibu alami."

⠀⠀Tujuh belas tahun Ryu Hyungseo menjalani hidup tanpa figur seorang ayah. Pun dengan ibunya yang sibuk mencari nafkah untuk menghidupi keluarga kecilnya. Hyungseo hampir tidak pernah merasakan kehangatan yang diberikan oleh keluarga. Tiap kali Hyungseo melihat rekan-rekan sepermainannya begitu bahagia menghabiskan waktu dengan keluarga mereka, ada rasa perih dalam benaknya. Bagai tersayat berulang kali oleh pisau yang tidak kasat mata.
⠀⠀Dalam hidupnya ia menelan pahitnya kenyataan; berharap memiliki sosok yang akan menepuk kepalanya dan melontarkan pujian-pujian kecil. Berharap memiliki seseorang yang akan menasehatinya tiap kali ia membuat kesalahan; namun segalanya harus pupus akibat direnggut oleh mereka yang bertindak seenaknya. Oleh mereka yang bertindak di luar hukum. Para pembunuh yang menghabisi nyawa kakaknya. Para pemberontak yang mengakibatkan kerusuhan.
⠀⠀Karena mereka, Hyungseo kehilangan hak yang seharusnya ia dapatkan sebagai seorang anak.
"I want to make this city a better place."

⠀⠀Ryu Hyungseo memutuskan untuk memasuki akademi kepolisian yang akan memperjuangkan keamanan kota. Sebuah tempat bagi mereka yang haus akan kebenaran dan kejayaan. Dua tahun berlalu, ia bertemu dengan Lee Jiyong yang merupakan juniornya saat itu. Sosok yang memiliki kepribadian riang; dan hingga pernah pada suatu hari ia berada dalam satu tim yang sama dengan Lee Jiyong untuk menjalankan sebuah misi dari kepolisian. Sejak saat itu, mereka menjadi teman dekat; dan satu tahun sebelum kelulusannya, Hyungseo menjalin sebuah hubungan asmara dengan seorang gadis bernama Han Nara.
⠀⠀Ia menempati posisi puncak dalam hidupnya. Pahitnya masa lalu bagai hilang dalam masa ia menjalin hubungan dengan Han Nara. Ia merasakan sesuatu yang sebelumnya belum pernah ia rasakan sebelumnya; perhatian. Kepedulian dari sosok yang berada di dekatnya. Sebuah kebahagiaan singkat yang harus direnggut begitu saja dari pelukannya setelah identitas Han Nara sebagai seorang mata-mata terungkap.
⠀⠀
⠀⠀Sang putra bungsu dari Jenderal Ryu Seoman menderita patah hati pertamanya.
⠀⠀
⠀⠀Ryu Hyungseo memiliki karir yang gemilang. Hanya membutuhkan waktu kurang dari lima tahun baginya untuk memimpin divisinya sendiri yang khusus bergerak dalam bidang narkotika dan persenjataan ilegal. Tidak hanya itu. Setelah kegagalan pada hubungan yang terdahulu, akhirnya Hyungseo kembali mendapatkan tambatan hati.
⠀⠀Seorang gadis berdarah Jepang yang menyandang marga Fujihara. Fujihara Akari. Begitu elok perangainya; pun bagaimana ia menunjukkan diri sebagai wanita yang kuat. Tidak segan-segan mengangkat beban tanpa membawa-bawa permasalahan mengenai gender. Berpikiran visioner dan mandiri; begitu sempurna. Jiyong yang telah menjadi sahabat dekat Hyungseo telah memperingatkan sang kepala divisi untuk tidak terlalu larut dalam perasaannya. Dan Hyungseo tidak mengindahkan peringatan kawannya. Justru, ia telah menyiapkan cincin yang akan ia gunakan untuk melamar Akari.
⠀⠀Akan tetapi, lagi-lagi ia harus menelan pahitnya kehidupan. Misi yang dipimpin oleh Hyungseo membawanya pada akhir yang tak terduga.
"Kenapa pistolmu mengarah padaku, Hyungseo?"
"Kau mau apa dengan pistol itu?"
"Menyerah, katamu? Aku lebih baik mati daripada harus menyerah padamu!"
"Harus kuakui, bahwa pertemuanku denganmu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku."
"Sudah kukatakan. Hubungan kita tidak akan berjalan sesuai dengan harapanmu."
"...Sekali lagi kau berbicara, akan kutembak kau!"
"Tembak! Ayo, tembak! Bunuh aku kalau kau punya nyali, Hyungseo!"
"TARIK PELATUKMU SEKARANG! BUNUH AKU!"
⠀⠀Pelatuk ditarik. Membiarkan timah panas meluncur ke arah sosok yang sempat memberikannya kenyamanan.
⠀⠀
⠀⠀⠀⠀Sosok yang ia percayai sebagai seseorang yang akan bersama dengannya di atas altar.
⠀⠀
⠀⠀
⠀⠀⠀⠀Mengucapkan janji suci dan menjalin hubungan sakral. Membentuk keluarga kecil yang sebelumnya tidak pernah ia miliki.
⠀⠀
⠀⠀Raga milik Fujihara Akari terjun bebas dari salah satu tebing di daerah pegunungan dengan luka tembakan yang menganga. Lokasi yang digunakan oleh keluarga Fujihara menyembunyikan persediaan narkotika merupakan kenangan buruk bagi sang detektif.
⠀⠀"Akari ..." lirihnya sebelum menyadari bahwa sang dara tidak lagi berada di hadapannya.
⠀⠀Hyungseo berlutut; lututnya terasa lemas setelah baru saja ia merenggut nyawa milik sosok yang paling ia kasihi di dunia ini. Telinganya berdenging, berikut dengan rasa sesak yang ia rasakan sebelum pekikan penuh kekagetan milik Jiyong memenuhi pendengarannya.
"I hope you're up there with God saying, "That's my son."

⠀⠀Peristiwa traumatis tersebut membuat Hyungseo melakukan terapi pemulihan. Ia kemudian dipindahtugaskan menjadi anggota kepolisian khusus yang bertugas sebagai agen rahasia; menjadi bagian kepolisian yang melakukan undercover dan menyusup ke sarang pelaku kriminal.
⠀⠀Masa lalunya yang kelam membuat Hyungseo belajar untuk tidak memercayai seseorang dengan mudah. Serta untuk berhati-hati dalam menetapkan tambatan hati. Ia berharap, ayahnya di atas sana merasa bangga atas dirinya yang kini memperjuangkan kebenaran.
⠀⠀Tiada ampun bagi mereka yang merupakan pelaku kriminal. Bahkan walaupun sosok tersebut merupakan insan yang sangat berharga bagi Hyungseo.
TRIVIAL FACTS
Memiliki trauma dalam menjalin hubungan;
Instingnya seringkali mengantarkan Hyungseo pada pelaku kriminal;
Tidak terlalu menyukai minuman yang manis;
Saat ini, satu-satunya yang ia percayai adalah Lee Jiyong aka Wang Jialong;
Tidak menyukai hari libur seperti thanksgiving ataupun natal. Hal ini mengingatkannya akan kenangan bahwa ia tidak memiliki keluarga yang sehangat keluarga lainnya.
"I see that you've read this confidential file."
Coming soon



